Verified

Gubernur Jakarta Mendatang Harus Fokus Masalah Ini

Properti  SENIN, 15 AGUSTUS 2016 , 20:46:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Gubernur Jakarta Mendatang Harus Fokus Masalah Ini

Ilustrasi/Net

RMOL. Siapapun calon gubernur Jakarta yang memenangkan pertarungan dalam Pilkada 2017 akan menghadapi berbagai persoalan serius. Termasuk, keterbatasan lahan ibu kota yang membuat pembangunan dan pengembangan kawasan baru tersendat.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda menyatakan, Jakarta makin sempit seiring bertambahnya jumlah penduduk. Pengembangan kawasan baru yang sedang dikerjakan di Teluk Jakarta bisa menjadi solusi atas kekurangan lahan itu.

Ali menjelaskan, kebutuhan lahan untuk warga bisa diatur berdasarkan kesepakatan antara pengembang dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Salah satunya dengan mensyaratkan pemberian hunian vertikal. Menurut dia, izin seperti itu sangat mungkin diberikan Pemprov Jakarta terhadap pengembang.

"Dan hunian itu harus dikelola langsung Pemprov DKI,” kata dia di Jakarta, Senin (15/8).

Mekanisme penyiapan lahan bagi warga menengah ke bawah juga bisa disepakati kedua belah pihak. Yang jelas, sekitar 20 persen lahan yang dibangun pengembang disiapkan sebagai bentuk fasilitas umum dan fasilitas sosial bagi warga Jakarta.

Ali menegaskan, lahan bukan hanya diperlukan untuk kelas menengah ke bawah saja, melainkan juga kelas menengah ke atas. Oleh karenanya, pengembangan kawasan baru tidak boleh hanya dilihat dari kacamata negatif.

Badan Pusat Statistik Jakarta mencatat berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 55,61 persen rumah tangga memiliki luas lantai rumah di bawah 50 m2 dan 20,92 persen di atas 100 m2. Ini mengindikasikan semakin sempitnya lahan di Jakarta yang digunakan sebagai hunian.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno, sebelumnya menyatakan penghentian sementara (moratorium) proyek reklamasi Teluk Jakarta memberikan dampak negatif kepada berbagai pihak. Benny meminta nasib proyek reklamasi yang sudah dimulai sejak era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, itu segera diputuskan.
 
"Apabila diberhentikan terlalu lama maka yang merugi banyak pihak, di antaranya aktivitas perekonomian Jakarta, pendapatan pajak pemerintah pusat, pengembang, dan masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal,” kata Benny.
 
Menurut anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) ini, reklamasi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi semakin minimnya lahan di Jakarta. Sebab, jumlah penduduk di Ibu Kota terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini mengakibatkan harga lahan semakin naik. Jadi permintaan lebih besar daripada penawaran,” terang Benny. [sam]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

, 18 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

Forum Wartawan OBOR Diresmikan

, 18 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Resmi Berikan Dukungan

Resmi Berikan Dukungan

, 16 OKTOBER 2017 , 01:49:00

Bahas Pembangunan Jakarta

Bahas Pembangunan Jakarta

, 16 OKTOBER 2017 , 04:10:00

Cek Kesiapan Ujian CPNS

Cek Kesiapan Ujian CPNS

, 16 OKTOBER 2017 , 05:02:00